Selasa, 16 Juni 2009

Kuku Kaki dan Kekhusyuan Sholat

Saya kaget banget waktu ruku pas sholat Jum'at kemarin.
Ya Allah, kuku kaki saya ternyata tumbuh dengan tidak beraturan! Yang ibu jari kukunya amat sangat maju, kemudian yang jari tengah maju seadanya, dan yang jari manis miring ke kanan..
Waduhh.. Gimana kalau jemaah sebelah kiri-kanan saya sama-sama ruku dan melihat pemandangan yang sangat tidak eksotis ini?
Akhirnya sambil mendengarkan imam kutbah, saya berpikir keras mencari jalan supaya masalah kuku kaki ini tidak mengganggu kekhusyuan sholat dan jemaah disamping saya. Setelah mempertimbangkan pilihan antara pindah tempat sholat di bagian pinggir, di bagian paling belakang atau tetap ditempat semula, akhirnya saya memutuskan tidak pindah tempat.
Alhasil, pada saat saya ruku, jari-jari kaki saya tekuk sedalam-dalamnya agar tidak terlihat oleh jemaah disamping saya. Dua kali ruku, cara itu sukses saya jalankan! Namun, tetap saja sholat saya tidak khusyu karena saya selalu berdebar-debar saat imam mendekati akhir bacaan sholat dan saat ruku saya malah berpikir tidak terlambat menekuk jari saya daripada bacaan sholatnya.
Yang saya heran, kuku kaki tumbuh butuh waktu, tidak "abraka-dabra!" langsung panjang, lalu selama ini saya saat ruku sholat melihat apa? Apakah lebih memperhatikan keindahan sajadah daripada perkembangan kuku kaki? (tips : 1. Jangan pernah menggunakan sajadah yang berwarna-warni, apalagi yang ada foto artisnya, 2. Jangan pernah sholat bersajadah koran, karena beritanya akan mengganggu bacaan sholat)
So, siapa bilang merawat kuku itu tidak penting?



Tidak ada komentar: