
Dalam balapan Motogp di Catalunya Spanyol kelas 125cc - 14 Juni 2009, pembalap asal Spanyol, Julian Simon, memimpin perlombaan hingga dua etape terakhir. Namun pada saat Simon melintasi garis etape terakhir (last lap), tiba-tiba Simon mengacung-acungkan jari telunjuknya seakan-akan mengatakan :"I am number one!".
Para official langsung pucat begitu mengetahui maksud acungan Simon, dan dengan putus asa sambil berteriak-teriak mereka memberi tanda pada Simon untuk terus melaju. Simon kaget dan dengan cepat kembali memacu motornya.
Namun upaya Simon sudah terlambat. Gelar juara sirkuit Catalunya melayang hanya gara-gara Simon merasa pertandingan sudah berakhir, dan dia tidak melihat tanda-tanda yang diberikan para officialnya.
Kita sering seperti Simon, merasa terlalu cepat puas dengan hasil yang kita dapatkan, dan tidak mengacuhkan tanda-tanda yang diberikan kepada kita. Seandainya kita mau memperhatikan tanda-tanda yang ada disekitar kita, bukan tidak mungkin hasil yang kita dapatkan lebih baik dari yang kita dapatkan sebelumnya.
Don't think it's over, until it's (really) over!
Namun upaya Simon sudah terlambat. Gelar juara sirkuit Catalunya melayang hanya gara-gara Simon merasa pertandingan sudah berakhir, dan dia tidak melihat tanda-tanda yang diberikan para officialnya.
Kita sering seperti Simon, merasa terlalu cepat puas dengan hasil yang kita dapatkan, dan tidak mengacuhkan tanda-tanda yang diberikan kepada kita. Seandainya kita mau memperhatikan tanda-tanda yang ada disekitar kita, bukan tidak mungkin hasil yang kita dapatkan lebih baik dari yang kita dapatkan sebelumnya.
Don't think it's over, until it's (really) over!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar