Senin, 30 Mei 2016

Nyekar Menjelang Ramadhan 1437



Hari Minggu (29 Mei 2016) ke Pemakaman Tanah Kusir. Ada yang berbeda. Hari itu pemakaman tampak rapi dan wangi. Maklum, menjelang Ramadhan banyak orang yang nyekar ke kuburan untuk bersilaturahmi dan memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah wafat.

Hikmah dari berziarah kubur adalah mengingatkan kita akan kematian. Sesungguhnya tidak ada yang abadi, dan semua yang hidup pasti akan mati.


كَيْفَ أَقُولُ لَهُمْ يَا رَسُولَ اللهِ؟ قَالَ قُولِي السَّلاَمُ عَلىَ أَهْلِ الدِّيَارِ مِنَ المُؤْمِنِيْنَ وَالمُسْلِمِيْنَ وَيَرْحَمُ اللهُ المُسْتَقْدِمِيْنَ مِنَّا وَالمُسْتَأْخِرِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لَلاَحِقُوْنَ
Aisyah bertanya: Apa yang harus aku ucapkan bagi mereka (shahibul qubur) wahai Rasulullah? Beliau bersabda ”Ucapkanlah, Salam sejahtera untuk kalian wahai kaum muslimin dan mukminin penghuni kubur. Semoga Allah merahmati orang-orang yang telah mendahului dan juga orang-orang yang diakhirkan. Sungguh, Insya Allah kami pun akan menyusul kalian”. (HR. Muslim)

Tidak ada komentar: